MENGAJI AL QUR'AN
Friday, 30 September 2016
Tuesday, 2 February 2016
Menghafal Al-Qur’an
Siapa Bilang Menghafal Al-Qur’an Itu Susah? Ini Dia Tips Mudah Menghafal Al-Qur’an
Santrigaul > Beranda > Agama > Siapa Bilang Menghafal Al-Qur’an Itu Susah? Ini Dia Tips Mudah Menghafal Al-Qur’an
Assalamu’alaikum Wr Wb.
Santrigaul – Di zaman yang sudah maju sekarang, sudah mulai sedikit orang-orang yang berminat untuk dapat bisa menghafalkan Al-Qur’an. Padahal orang-orang yang hafal Al-Qur’an (Biasanya disebut Hafidz atau Hafidzoh) akan dijanjikan masuk surga lebih dahulu. Sayangnya banyak orang tua yang tidak mempedulikan akan hal ini, mereka lebih mementingkan pelajaran-pelajaran sekolah anak-anak mereka ketimbang agama anak-anak mereka.
Sebagai keluarga muslim akan lebih baiknya untuk mengajarkan kepada anak-anaknya tentang bekal di akhirat nanti berupa bacaan Al-Qur’an. Jika dengan membaca saja masih kurang lebih baiknya lagi membimbing mereka untuk menghafal Al-Qur’an, membimbing mereka untuk menjadi seorang Hafidz dan Hafidzoh. Jadi sudah banyak orangtua yang sadar akan pentingnya agama dalam diri seorang anak, maka keputusan yang diambil adalah dengan memasukkan anak-anak mereka ke pondok pesantren yang terdapat lembaga tahfidz atau hafalan A-lQur’annya.
Di Indonesia sudah terdapat banyak lembaga pendidikan yang mengedepankan hafalan Al-Qur’an dan bahkan ada sekolah yang mewajibkan murid atau santrinya untuk hafal Al-Qur’an terlebh dahulu baru dapat lulus dari sekolah, karena para guru pahan akan kepentingan agama pada seorang anak. Jadi tidak perlu untuk ragu dalam memilih lembaga tahfidz yang bagus, Inshaa Allah semua lembaga tahfidz Qur’an yang ada di Indonesia semuanya berkualitas.
Langkah-Langkah Dalam Menghafalkan Al-Qur’an
Agar memperlancar dalam menghafal, ada beberapa langkah yang harus diambil sebelum memulai menghafal Al-Qur’an:
Memiliki Guru yang Membimbing Proses Menghafal
Dengan adanya seorang guru, maka kesalahan-kesalahan dapat diperbaiki olehnya. Jika bingung kemana harus menyetorkan hafalan, gurulah tempatnya.
Bacaan Al-Qur’an Harus Lancar
Ini kunci utama untuk bisa menghafal Al-Qur’an, dengan lancar dalam membaca Al-Qur’an, maka akan terasa ringan selama menyebutkan ayat-ayat Al-Qur’an. Dengan begitu menghafal akan terasa mudah dijalankan.
Niat yang Ikhlas dan Sabar
Ikhlas adalah kunci mendapatkan ridho dari Allah SWT dalam menghafal Al-Qur’an. Ayat-ayat Al-Qur’an merupakan firmannya, dan dialah yang memberi anugerah kepada setiap orang yang memiliki niat tulus menghafal Al-Qur’an. Kesabaran harus tertanam dalam hati setiap orang yang menghafal Al-Qur’an, karena terkadang terasa sulit dalam menghafal, maka kesabaranlah kunci utama. Semoga Allah SWT selalu membimbing kita ke jalannya yang benar.
Jangan Lupa Membaca Basmallah
Sebagai pembuka dalam membaca Al-Qur’an, hendaknya membaca Basmallah terlebih dahulu agar selalu dalam naungan rahmat Allah SWT. Bismillah merupakan sebuah ucapan yang menandakan bahwa pekerjaan itu juga merupakan karunia dari Allah SWT.
Bersuci terlebih Dahulu
Ayat-ayat Al-Qur’an merupakan kalimat yang suci, ada lebih baiknya jika bersuci terlebih dahulu sebelum memegang mushaf dan membacanya. Jika sudah suci, maka hati pun juga akan menjadi suci sehingga akan memudahkan dalam menghafalkan Al-Qur’an.
Sebaiknya Menghadap Ke Kiblat
Dengan menghadap ke kiblat, layaknya sedang sholat maka akan lebih khusyuk dalam membaca dan menghafal Al-Qur’an.
Memakai Pakaian yang Menutup Aurat
Sepantasnya selama menghafal Al-Qur’an untuk menutup aurat sebagai tanda penghormatan kepada Allah SWT dan ayat-ayatnya.
Usahakan Dalam Keadaan Tenang
Jangan sampai selama proses menghafal ayat-ayat Al-Qur’an diselingi dengan banyak mengobrol dan bercanda, itu sangat tidak pantas dan dapat menghilangkan fokus dalam menghafal. Fokus adalah kunci utama yang lain dalam menghafal, usahakan jangan menghafal dalam keadaan mengantuk atau sering menguap, itu akan menghilangkan fokus dalam menghafal.
Pilih Tempat dan Waktu yang Tepat
Masjid merupakan tempat yang cocok dalam menghafal Al-Qur’an dan setelah menunaikan shalat adalah waktu yang tepat juga. Setiap orang memiliki tempat dan waktu favoritnya masing-masing, Masjid dan setelah shalat adalah saran saja.
Jangan Ganti-Ganti Mushaf
Dengan mushaf yang berganti-ganti maka bacaan juga akan tidak lancar, malahan susah menghafal. Tentukan pilihan mushaf terbaik yang akan selalu menjadi teman dalam menghafal Al-Qur’an.
Beberapa Teknik Menghafal Al-Qur’an
Teknik Potongan-Potongan
Dengan mengelompokkan ayat-ayat menjadi beberapa bagian yang menjadikan patokan dalam menghafal nanti. Dapat dengan mengelompokkan dengan ayat, halaman atau surat yang penting lebih memudahkan dalam menghafalkan.
Teknik mengulang-Ulang
Membaca dengan sepotong-potong ayat kemudian fokus terhadap ayat tersebut dan tidak melanjutkan menghafal ayat selajutnya sampai hafal di luar kepala. Setelah selesai hafal dan melanjutkan ayat selanjutnya, ketika mau mengulangi bacaan, ulangilah mulai dari patokan memulai bacaan.
Teknik Menghafal Bersama Teman
Pilihlah teman yang memiliki ambisi yang sama, kemudian menghafal dengan menyimak bacaan teman dan sebalik, seperti itu terus. Dengan begitu akan saling mengoreksi satu sama lain jika ada kesalahan dalam menghafal.
Teknik Dengan Mendengar Bacaan Orang Lain
Untuk yang metode satu ini kuncinya adalah harus pintar-pintar dalam mendengar dan menyimak ayat-ayat yang dibaca, setelah selesai mendengar cobalah untuk mengulang bacaan tersebut hingga lancar. Sebelum itu tentukanlah siapa yang membaca Al-Qur’an, usahakan orangnya lancar dan bagus dalam membaca Al-Qur’an. Jika tidak memliki orang lain yang akan dijadikan patokan, bisa juga mendengarkan lewat rekaman Mp3.
pertanyaan Umum Tentang Cara Menghafal Al-Qur’an
Berikut ada beberapa pertanyaan yang biasa ditanyakan oleh orang-orang yang baru mulai, sedang menghafal dan sudah hafalAl-Qur’an:
Bagaimana Cara Menambah Hafalan Pada Hari Berikutnya?
Jika ingin menambah ayat pada hari esoknya, usahakan ayat yang sebelumnya dihafal sehafal mungkin hingga hafal diluar kepala. Jika masih ragu-ragu dapat mengulang kembali sebanyak 20 kali sampai perasaan ragu-rahu tersebut hilang.
Bagaimana Cara Mengulang Hafalan 30 Juz Setelah Menyelesaikan Muraja’ah Di atas?
Mulailah mengulang hafalan sebanyak 2 juz dalam sehari dengan mengulangnya 3 kali sehari. Sehingga dalam tempo 2 minggu dapat mengulang seluruh hafalan dan mengkhatamkan Al-Qur’an. Inshaa Allah dengan metode ini dapat mempermudah hafalan.
Apa yang Harus Dilakukan Setelah Menghafal Al-Qur’an Selama Satu Tahun?
Jadikan hafalan Al-Qur’an tersebut menjadi dzikir dan wirid harian, ini untuk menjaga agar tetap hafal dan lancar dalam membaca dan menghafal Al-Qur’an.
Rasulullah SAW membagi Al-Qur’an menjadi 7 bagian, setiap seminggu sekali beliau mengkhatamkan Al-Qur’an.
1. Hari pertama membaca surat Al-Fatihah sampai akhir surat An-Nisaa’.
2. Hari kedua membaca dari surat Al-Maidah sampai akhir surat At-Taubah.
3. Hari ketiga membaca dari surat Yunus sampai akhir surat An-Nahl.
4. Hari keempat membaca dari surat Al-Isra’ sampai akhir surat Al-Furqon.
5. Hari kelima membaca dari surat Asy-Syu’ara sampai akhir surat Yasiin.
6. Hari keenam membaca dari surat Ash-Shaffat sampai akhir surat Al-Hujurat.
7. Hari ketujuh membaca dari surat Qaff sampai akhir surat An-Naas.
Rasulullah SAW membagi Al-Qur’an menjadi 7 bagian, setiap seminggu sekali beliau mengkhatamkan Al-Qur’an.
1. Hari pertama membaca surat Al-Fatihah sampai akhir surat An-Nisaa’.
2. Hari kedua membaca dari surat Al-Maidah sampai akhir surat At-Taubah.
3. Hari ketiga membaca dari surat Yunus sampai akhir surat An-Nahl.
4. Hari keempat membaca dari surat Al-Isra’ sampai akhir surat Al-Furqon.
5. Hari kelima membaca dari surat Asy-Syu’ara sampai akhir surat Yasiin.
6. Hari keenam membaca dari surat Ash-Shaffat sampai akhir surat Al-Hujurat.
7. Hari ketujuh membaca dari surat Qaff sampai akhir surat An-Naas.
Kesimpulan
Membaca Al-Qur’an diniatkan untuk Allah Ta’ala, begitu juga ketika menghafalkannya. Masih banyak orang yang menghafalkanAl-Qur’an tetapi dengan berbagai alasan, seperti agar terkenal, terlihat alim, biar dijuluki hafidz dan lainnya. Memohonlah kepada Allah agar selalu dimudahkan dalam proses penghafalan Al-Qur’an, karena Al-Qur’an merupakan firman-Nya dan sepatutnnya kita meminta kemudahan kepada-Nya.
Mudah-mudahan bisa menjadi motivasi tertinggi dalam menghafal Al-Qur’an, terima kasih atas perhatiannya.
Wednesday, 28 May 2014
Tanda Baca Al-Quran
Tanda Baca Al-Quran
Harakat digunakan untuk mempermudah cara melapazkan huruf dalam tiap ayat Al Quran bagi seseorang yang baru belajar dan memahami atau mengenal tanda baca dalam membaca dan melapazkan Al Quran. Tulisan Al Quran atau yang biasa dikenal sebagai tulisan Arab sering kitat temui tak hanya pada Kitab suci Al Quran saja, namun terdapat juga pada buku cerita anak-anak, buku pendidikan yang bernapaskan islami terdapat tulisan Arab. Walaupun dalam penulisannya tidak menggunakan harakat, karena pada umumnya sudah mengenal dan mengetahui huruf harakat meski tidak diberi tanda, ketika membaca akan seperti timbul suara penekanan pada tulisan Arab tertentu terutama pada kata yang tidak biasa digunakan guna menghindari kesalah dalam membaca.
- Contoh tulisan arab tanpa harakat :
قل اعوذ برب الناس
dibaca : qul a’uudzu birabbin naasi
- Contoh tulisan Arab dengan berharakat :
قـُلْ ٲعُوْذ ُبـِرَبِّ ٱلنـّٰاسِ
dibaca : qul a’uudzu birabbin naasi
Selain itu adapula macam-macam tanda baca lainnya atau macam harakat, diantaranya adalah :
1. Fathah
Fathah (فتحة) adalah harakat yang berbentuk seperti garis horizontal kecil atau tanda petik( ٰ ) yang berada di atas suatu huruf Arab yang melambangkan fonem (a). Secara harfiah, fathah itu sendiri berarti membuka, layaknya membuka mulut saat mengucapkan fonem (a). Ketika suatu huruf diberi harakat fathah, maka huruf tersebut akan berbunyi (-a), contonya huruf lam (ل ) diberi harakat fathah menjadi “la” (لَ ). Cara melafazkannya ujung lidah menempel pada dinding mulut
2. Alif Khanjariah
Tanda huruf ALif Khanjariah sama halnya dengan Fathah, yang juga ditulis layaknya garis vertikal seperti huruf alif kecil ( ٰ ) yang diletakkan diatas atau disamping kiri suatu huruf Arab, yang disebut dengan mad fathah atau alif khanjariah yang melambangkan fonem (a) yang dibaca agak panjang. Sebuah huruf berharakat fathah jika diikuti oleh Alif (ا) juga melambangkan fonem (-a) yang dibaca panjang. Contohnya pada kata “laa” (لاَ) dibaca dua harakat.
3. Kasrah
Kasrah (كسرة) adalah harakat yang membentuk layaknya garis horizontal kecil ( ِ ) tanda baca yang diletakkan di bawah suatu huruf arab, harakat kasrah melambangkan fonem (i). Secara harfiah, kasrah bermakna melanggar. Ketika suatu huruf diberi harakat kasrah, maka huruf tersebut akan berbunyi (-i), contonya huruf lam (ل) diberi harakat kasrah menjadi (li) (لِ).
Sebuah huruf yang berharakat kasrah jika bertemu dengan huruf “ya” (ي ) maka akan melambangkan fonem (-i) yang dibaca panjang. Contohnya pada kata ” lii ” ( لي) dibaca 2 harakat.
4. Dammah
Dammah (ضمة) adalah harakat yang berbentuk layaknya huruf ” waw “( wau) (و) kecil yang diletakkan di atas suatu huruf arab ( ُ ), harakat dammah melambangkan fonem (u). Ketika suatu huruf diberi harakat dammah, maka huruf tersebut akan berbunyi (-u), contonya huruf ” lam ” (ل) diberi harakat dammah menjadi (lu) (لُ).
Sebuah huruf yang berharakat dammah jika bertemu dengan huruf “waw” (و ) maka akan melambangkan fonem (-u) yang dibaca panjang. Contohnya pada kata (luu) (لـُو).
5. Sukun ( hara’kat )
Sukun (سکون) adalah harakat yang berbentuk bulat layaknya huruf “ha” (ه) yang ditulis di atas suatu huruf Arab. Tanda bacanya bila ditulis seperti huruf (o) kecil yang bentuknya agak sedikit pipih. Harakat sukun melambangkan fonem konsonan atau huruf mati dari suatu huruf, misalkan pada kata “mad” (مـَدْ) yang terdiri dari huruf mim yang berharakat sehingga menghasilkan bunyi fathah (مَ) dibaca “ma”, dan diikuti dengan huruf “dal” (دْ) yang berharakat sukun yang menghasilkan konsonan atau bunyi (d) sehingga dibaca menjadi “mad” (مـَدْ).
Harakat sukun juga misa menghasilkan bunyi diftong, seperti (au) dan (ai), cotohnya pada kata (نـَوْمُ) yang berbunyi (naum)u)) yang berarti tidur, dan juga pada kata (لَـيْن) yang berbunyi (lain) yang berati lain atau berbeda.
6. Tasydid
Tasydid ( تشديد) atau yang disebut syaddah ( شدة) adalah harakat yang bentuk hurufnya (w) yang diberi atau seperti kepala dari huruf “sin” (س) yang diletakkan di atas huruf arab (ّ ) yang letaknya diatas suatu huruf Arab. Harakat tasydid melambangkan penekanan pada suatu konsonan yang dituliskan dengan simbol konsonan ganda, sebagai contoh pada kata ( شـَـدَّةٌ) yang berbunyi (syaddah) yang terdiri dari huruf syin yang berharakat fathah (ش) yang kemudian dibaca (sya), diikuti dengan huruf “dal “yang berharakat tasydid fathah ( دَّ) yang menghasilkan bunyi (dda), diikuti pula dengan ta marbuta ( ةٌ) di akhir kata yang menghasilkan bunyi (h), sehingga menjadi (syaddah).
7. Tanwin
Tanwin (bahasa Arab: التنوين, “at tanwiin”) adalah tanda baca (diakritik) harakat pada tulisan Arab untuk menyatakan bahwa huruf pada akhir kata tersebut diucapkan layaknya bertemu dengan huruf nun mati.
8. Wasal
Harakat wasal selalu berada di permulaan kata dan tidak dilafazkan apabila berada di tengah-tengah kalimat, namun akan berbunyi layaknya huruf hamzah apabila dibaca di awal kalimat.
Contoh alif wasal:
ٱهدنا ٱلصرط
“ihdinas shiraat”
Bacaan tersebut memiliki dua alif wasal, yang pertama pada lafaz “ihdinaa” dan “as shiraat” yang manakala kedua lafaz tersebut diwasalkan atau dirangkaikan dalam pembacaannya maka akan dibaca “ihdinas shiraat” dengan menghilangkan pembacaan alif wasal pada kata “as shiraat”.
Lihat contoh berikut dibawah ini :
نستعين ٱهدنا ٱلصرط
“nasta’iinuh dinas shiraat”
Bacaan di atas terdiri dari kata “nasta’iin”, “ihdinaa dan as shiraat”, dengan mewasalkan lafaz “ihdina” dengan lafaz sebelumnya, sehingga menghasilkan lafaz “nasta’iinuh dinaa”, dengan mewasalkan lafaz “as shiraat” dengan lafaz sebelumnya, maka akan menghasilkan lafaz “nasta’iinuh dinas shiraat”.
Alif wasal lebih sering dijumpai bersamaan dengan huruf lam atau yang disebut juga dengan alif lam makrifah pada lafaz dalam bahasa Arab yang mengacu kepada kata yang bersifat isim atau nama.
Contoh alif wasal dalam alif lam makrifah:
ٱلصرط
“as shiraat”
ٱلبقرة
“al baqarah”
ٱلإنسان
“al insaan”
“as shiraat”
ٱلبقرة
“al baqarah”
ٱلإنسان
“al insaan”
9. Waqaf
Waqaf dari sudut bahasa artinya berhenti atau menahan, manakala dari sudut istilah tajwid ialah menghentikan bacaan sejenak dengan memutuskan suara di akhir perkataan untuk bernapas dengan niat ingin menyambungkan kembali bacaan. Waqaf dibagi menjadi 4 jenis, diantaranya :
- ﺗﺂﻡّ (taamm) – waqaf sempurna – yaitu mewaqafkan atau memberhentikan pada suatu bacaan yang dibaca secara sempurna, tidak memutuskan di tengah-tengah ayat atau bacaan, dan tidak mempengaruhi arti dan makna dari bacaan karena tidak memiliki kaitan dengan bacaan atau ayat yang sebelumnya maupun yang sesudahnya.
- ﻛﺎﻒ (kaaf) – waqaf memadai – yaitu mewaqafkan atau memberhentikan pada suatu bacaan secara sempurna, tidak memutuskan di tengah-tengah ayat atau bacaan, namun ayat tersebut masih berkaitan makna dan arti dari ayat sesudahnya.
- ﺣﺴﻦ (Hasan) – waqaf baik – yaitu mewaqafkan bacaan atau ayat tanpa mempengaruhi makna atau arti, namun bacaan tersebut masih berkaitan dengan bacaan sesudahnya.
- ﻗﺒﻴﺢ (Qabiih) – waqaf buruk – yaitu mewaqafkan atau memberhentikan bacaan secara tidak sempurna atau memberhentikan bacaan di tengah-tengah ayat, wakaf ini harus dihindari karena bacaan yang diwaqafkan masih berkaitan lafaz dan maknanya dengan bacaan yang lain.
Tanda-tanda waqaf
- Tanda mim ( مـ ) disebut juga dengan Waqaf Lazim. yaitu berhenti di akhir kalimat sempurna. Wakaf Lazim disebut juga Wakaf Taamm (sempurna) karena wakaf terjadi setelah kalimat sempurna dan tidak ada kaitan lagi dengan kalimat sesudahnya. Tanda mim ( م ), memiliki kemiripan dengan tanda tajwid iqlab, namun sangat jauh berbeda dengan fungsi dan maksudnya.
- tanda tho ( ﻁ ) adalah tanda Waqaf Mutlaq dan haruslah berhenti.
- tanda jim ( ﺝ ) adalah Waqaf Jaiz. Lebih baik berhenti seketika di sini walaupun diperbolehkan juga untuk tidak berhenti.
- tanda zha ( ﻇ ) bermaksud lebih baik tidak berhenti
- tanda sad ( ﺹ ) disebut juga dengan Waqaf Murakhkhas, menunjukkan bahwa lebih baik untuk tidak berhenti namun diperbolehkan berhenti saat darurat tetapi tidak mengubah makna. Perbedaan antara hukum tanda zha dan sad adalah pada fungsinya, dalam kata lain lebih diperbolehkan berhenti pada waqaf sad
- tanda sad-lam-ya’ ( ﺻﻠﮯ ) merupakan singkatan dari “Al-wasl Awlaa” yang bermakna “wasal atau meneruskan bacaan adalah lebih baik”, maka dari itu meneruskan bacaan tanpa mewaqafkannya adalah lebih baik
- tanda qaf ( ﻕ ) merupakan singkatan dari “Qeela alayhil waqf” yang bermakna “telah dinyatakan boleh berhenti pada wakaf sebelumnya”, maka dari itu lebih baik meneruskan bacaan walaupun boleh diwaqafkan.
- tanda sad-lam ( ﺼﻞ ) merupakan singkatan dari “Qad yoosalu” yang bermakna “kadang kala boleh diwasalkan”, maka dari itu lebih baik berhenti walau kadang kala boleh diwasalkan.
- tanda Qif ( ﻗﻴﻒ ) bermaksud berhenti! yakni lebih diutamakan untuk berhenti. Tanda tersebut biasanya muncul pada kalimat yang biasanya pembaca akan meneruskannya tanpa berhenti.
- tanda sin ( س ) atau tanda Saktah ( ﺳﮑﺘﻪ ) menandakan berhenti seketika tanpa mengambil napas. Dengan kata lain, pembaca haruslah berhenti seketika tanpa mengambil napas baru untuk meneruskan bacaan.
- tanda Waqfah ( ﻭﻗﻔﻪ ) bermaksud sama seperti waqaf saktah ( ﺳﮑﺘﻪ ), namun harus berhenti lebih lama tanpa mengambil napas
- tanda Laa ( ﻻ ) bermaksud “Jangan berhenti!”. Tanda ini muncul kadang-kala pada penghujung maupun pertengahan ayat. Jika ia muncul di pertengahan ayat, maka tidak dibenarkan untuk berhenti dan jika berada di penghujung ayat, pembaca tersebut boleh berhenti atau tidak.
- tanda kaf ( ﻙ ) merupakan singkatan dari “Kathaalik” yang bermakna “serupa”. Dengan kata lain, makna dari waqaf ini serupa dengan waqaf yang sebelumnya muncul.
- tanda bertitik tiga ( … …) yang disebut sebagai Waqaf Muraqabah atau Waqaf Ta’anuq (Terikat). Waqaf ini akan muncul sebanyak dua kali di mana-mana saja dan cara membacanya adalah harus berhenti di salah satu tanda tersebut. Jika sudah berhenti pada tanda pertama, tidak perlu berhenti pada tanda kedua dan sebaliknya.
Beberapa tanda baca alquran diatas, wajib dipelajari oleh mereka para muslim, karena jika tanda baca salah maka untuk pengertian dari isi ayat atau bacaan alquran tersebut akan menjadi salah.
Manfaat Baca Al-Quran
Manfaat Baca Al-Quran
” Ibadah yang paling istimewa adalah membaca Al Quran dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari”. Bahkan dari tiap 1 ayat yang dibaca mengandung 10 kebaikan di dalamnya. Karena keistimewaan Al Quran mampu membuat hidup manusia menjadi aman dan tentram.
Berikut ini sepenggalan manfaat mempelajari, membaca dan mengamalkan Al Quran, diantaranya adalah :
1. Dari tiap ayat Al Quran yang dibaca mengandung 10 kebaikan di dalamnya
2. Al Quran sebagai pedoman hidup manusia untuk menuntun kepada jalan kebaikan, kebenaran dan keselamatan
3. Al Quran sebagai penyejuk hati bagi siapa saja yang membacanya
4. Al Quran mampu memotivasi diri dan pemberi semangat
5. Al Quran sebagai sebuah peringatan besar dan teguran akan sifat dan perilaku manusia
6. Al Quran sebagai pelebur segala emosi dan amarah yang mampu mendamaikan dan memberi ketenangan yang tidak dapat dilukiskan atau digambarkan seperti halnya yang terjadi pada Sayyid Quthb Rahimakumullah
7. Al Quran sebagai sarana komunikasi diri dengan Allah SWT
8. Al Quran sebagai pengingat akan kebesaran Allah SWT
9. Dalam sebuah janjiNya, Allah SWT berjanji akan memberikan segala kebutuhan dan mencukupi segala kehidupan manusia di dunia dan di akhirat serta mengangkat derajat manusia meski di dunia hidup penuh dengan segala kekurangan
10. Al Quran akan menjadi pelindung diri bagi siapa saja yang membacanya dari tiap ayat yang dibacanya
11. Al Quran bagi siapa saja yang memahami dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari akan semakin bertambah ilmunya
12. Siapa saja yang mempelajari dan memahami Al Quran bagaikan menyelami luasnya samudera kehidupan dan menikmati anugerah kehidupan yang dirasakannya serta mengambil segala hikmah dan manfaat dari Al Quran
13. Seseorang yang rajin membaca Al Quran memiliki jiwa yang sejuk, penuh dengan kesabaran, hati yang jernih, jiwa dan pikiran yang lapang, dan wajah yang bercahaya
14. Menjadikan seorang yang kreatif, penuh motivasi dan inovatif
15. Membuat manusia semakin dekat dengan Sang Maha Pencipta Dunia dengan segala isinya
16. Membuat seseorang menjadi bersyukur dengan segala nikmatNya
17. Terhindar dari segala kecemasan, kekhawatiran, rasa pesimis, kesedihan, selalu penuh dengan harapan dan kegembiraan
18. Selalu mendapat jalan kemudahan, kebaikan dan petunjuk serta mengingatkan diri dari hal-hal yang dilarangNya
19. Bagi seseorang yang membaca dan mengamalkannya, merasakan senantiasa dalam setiap langkahnya selalu dilindungi oleh Allah SWT
20. Sebagai pelebur dosa, yang mengingatkan manusia akan dosa-dosa dan mencegah dirinya kembali dalam dosa
21. Memperkuat keimanan, ketaqwaan dan penjagaan diri
22. Memudahkan segala rizki
23. Sebagai pintu keberkahan bagi siapa saja yang membacanya
24. Dijadikan sebagai manusia yang terbaik
Dari `Utsman bin `Affan, dari Nabi bersabda : “Sebaik-baik kalian yaitu orang yang mempelajari Al Qur`an dan mengajarkannya.” H.R. Bukhari.
25. Akan dikumpulkan bersama para Malaikat Allah
Dari `Aisyah Radhiyallahu `Anha berkata, Rasulullah bersabda : “Orang yang membaca Al Qur`an dan ia mahir dalam membacanya maka ia akan dikumpulkan bersama para Malaikat yang mulia lagi berbakti. Sedangkan orang yang membaca Al Qur`an dan ia masih terbata-bata dan merasa berat (belum fasih) dalam membacanya, maka ia akan mendapat dua ganjaran.” Muttafaqun `Alaihi (Keuntungan dan kebaikan).
26. Sebagai syafa`at dan penyelamat di Hari Kiamat
Dari Abu Umamah Al Bahili t berkata, saya telah mendengar Rasulullah bersabda : “Bacalah Al Qur`an !, maka sesungguhnya ia akan datang pada Hari Kiamat sebagai syafaat bagi ahlinya (yaitu orang yang membaca, mempelajari dan mengamalkannya).” H.R. Muslim.
27. mendapatkan segala kenikmatan yang tiada batasnya
Dari Ibnu `Umar, dari Nabi bersabda : “Tidak boleh seorang menginginkan apa yang dimiliki orang lain kecuali dalam dua hal; (Pertama) seorang yang diberi oleh Allah kepandaian tentang Al Qur`an maka dia mengimplementasikan (melaksanakan)nya sepanjang hari dan malam. Dan seorang yang diberi oleh Allah kekayaan harta maka dia infaqkan sepanjang hari dan malam.” Muttafaqun `Alaihi.
28. Sebagai ladang pahala
Dari Abdullah bin Mas`ud t berkata, Rasulullah e : “Barangsiapa yang membaca satu huruf dari Kitabullah (Al Qur`an) maka baginya satu kebaikan. Dan satu kebaikan akan dilipat gandakan dengan sepuluh kali lipat. Saya tidak mengatakan “Alif lam mim” itu satu huruf, tetapi “Alif” itu satu huruf, “Lam” itu satu huruf dan “Mim” itu satu huruf.” H.R. At Tirmidzi dan berkata : “Hadits hasan shahih”.
29. Untuk Kedua orang tuanya mendapatkan mahkota dan kenikmatan surga
Dari Muadz bin Anas t, bahwa Rasulullah e bersabda : “Barangsiapa yang membaca Al Qur`an dan mengamalkan apa yang terdapat di dalamnya, Allah akan mengenakan mahkota kepada kedua orangtuanya pada Hari Kiamat kelak. (Dimana) cahayanya lebih terang dari pada cahaya matahari di dunia. Maka kamu tidak akan menduga bahwa ganjaran itu disebabkan dengan amalan yang seperti ini. ” H.R. Abu Daud.
30. Mendapatkan kenikmatan Syurga dan di penuhinya segala apa yang diinginkan
Mungkin ketika di dunia hidup dalam serba keterbatasan dan kekurangan, karena rajin membaca serta mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari, menjadikannya sebagai pribadi yang tangguh, taat dan menjalankan perintah dan laranganNya. Niscaya akan mendapatkan kenikmatan luar biasa yang tidak pernah di dapat ketika di dunia.
Masih banyak manfaat dan keutamaan lainnya dari membaca Al Quran yang bila kita mengilhami dan terus mempelajarinya tak akan mampu menghitung berapa banyak manfaat dan anugerah serta nikmat yang telah diberikan-Nya.
Cara Belajar Baca Al-Quran
Cara Belajar Baca Al-Quran
1. Pada mulanya kita harus bisa mengenal dan membaca huruf hijaiyyah yang jumlahnya ada 28 huruf. Membaca Al Quran sama hal kita belajar membaca huruf alphabet dan belajar membaca bahasa indonesia. Jika kita mengetahui dan dapat membaca 28 huruf hijaiyyah dengan benar, itu merupakan modal pertama untuk kita membaca Al Quran dengan baik. Namun sebelum membaca Al Quran kita diharuskan mengawali dengan membaca kitab Iqro yang isinya dimulai dari cara membaca dan mengeja huruf hijaiyyah mulai dari ‘Alif sampai dengan ‘Ya kemudian di dalam Iqro kita akan diajarkan awal mulanya belajar membaca dan melafazkan contoh dari huruf hijaiyyah seperti halnya kita kali pertama belajar melafazkan bahasa indonesia, dilanjutkan dengan level dalam membaca Iqro dari tingkat 1 sampai dengan tingkat 6. Jika sudah tamat dalam membaca Iqro kemudian baru mempelajari baca Al Quran dimulai dari surat Al Fatihah dan Al Baqarah ayat 1-5.
3. Kemudian setelah paham dengan tanda baca Al Quran, dilanjutkan dengan melafazkannya dengan mengetahui panjang pendeknya harkat yang harus dibaca. Selain tanda baca seperti fathah, kasrah dan dhomah, ada tanda baca lainnya yang harus diperhatikan seperti Mad Arid Lissukun, Mad Wajib Muttasil dll. Walaupun isyarat tanda baca ini tidak sering muncul dalam tiap ayat Al Quran. Namun kita harus benar-benar memperhatikan isyarat dan tanda baca yang muncul di tiap ayat Al Quran.
4. Kemudian yang paling penting berikutnya dalam membaca Al Quran adalah mengetahui tekhnik membaca Al Quran yang dikenal diantaranya seperti :
a. Idgham Bighunnah, dibaca berdenggung sampai 6 har’kat
b. Idgham Billaqunnah, sama halnya dengan Idgham Bighunnah
c. Izhar, dibaca jelas
d. Ikhfa, dibaca samar
e. Iqlab, apabila bertemu dengan huruf iqlab, maka dibaca huruf mati contoh mim ( م )
b. Idgham Billaqunnah, sama halnya dengan Idgham Bighunnah
c. Izhar, dibaca jelas
d. Ikhfa, dibaca samar
e. Iqlab, apabila bertemu dengan huruf iqlab, maka dibaca huruf mati contoh mim ( م )
5. Yang terakhir adalah “praktek”. Dengan mempraktekan bagaimana cara membaca Al Quran, kita bisa mengetahui seberapa besar kemampuan kita dalam membaca, memahami Al Quran. Membaca Al Quran juga sangat diwajibkan sebagai Ummat Muslim karena dari tiap 1 ayat yang kita baca mengandung 10 kebaikan. Agar kita fasih dan benar dalam membaca, melafazkan dan memahami Al Quran ada baiknya menggunakan guru pembimbing agar jika terjadi kesalahan dalam melafazakannya ada yang membantu memperbaiki kesalahan dalam melafazkan.
Seperti Sabda Rasulullah SAW, yang berbunyi :
” Ibadah yang paling utama bagi umatku adalah membaca Al Quran ” dan Hidup dalam naungan Al Quran adalah untuk mendapatkan kedamaian dan keindahan dunia akhirat, karena sesungguhnya Al Quran adalah Pedoman hidup bagi setiap umat manusia yang setiap kejadian di dunia sudah tertulis di dalam Al Quran.
Belajar membaca alquran dengan baik juga memiliki manfaat yang banyak bagi kehidupan manusia. Waktu yang baik dalam membaca Al Quran adalah sebelum masuk waktu Shalat subuh dan setelah shalat Magrib.
Subscribe to:
Comments (Atom)



